Tutorial Arduino kali adalah bagaimana cara mengakses modul Relay yang terhubung dengan Board Arduino. Selain itu kami juga akan memberikan tutorial cara pengaplikasian Relay dengan Board Arduino dengan inputan trigger dari sensor PIR. Jadi tetap membaca tutorial ini sampai selesai Yaa!!
Pengenalan Module Relay
Relay adalah sebuah saklar yang di operasikan secara elektronik yang bisa difungsikan secara ON/OFF dengan memberikan input logic LOW yang berarti 0 Volt atau Logic HIGH yang berarti 5V.
Module relay terdiri dari banyak macam, ada Relay dengan Tegangan Selenoid nya 12V dan ada Relay dengan Input Tegangan Selenoidnya adalah 5V. Relay juga ada yang memiliki Relay dengab 5 Pin Kaki dan ada juga Relay dengan memiliki 8 Pin. Namun yang akan kita bahas kali ini adalah relay yang banyak kita jumpai di pasaran yaitu Relay dengan Kaki 5 Pin.
Jenis-Jenis Modul Relay
- Relay dengan Tegangan Selenoid 12V
- Relay dengan Tegangan Selenoid 5V
- Relay dengan Pin Kaki 5Pin
- Relay dengan Pin Kaki 8 Pin
- Relay SSR (Solid State Relay)
Konfigurasi Pin Relay
Modul relay pada umumnya pasti memiliki Pin input dan pin output. Dimana pada sisi input, pin ini berfungsi sebagai antar muka antara Modul Relay dengan Arduino. Sedangkan pada sisi output adalah Pin yang berhubungan dengan tegangan tinggi baik itu AC atau DC.
- NO (Normally Open): konfigurasi normal terbuka bekerja sebaliknya: relay selalu terbuka, sehingga rangkaian terputus kecuali Anda mengirimkan sinyal dari Arduino untuk menutup rangkaian.
- NC (Normally Closed): konfigurasi normal tertutup digunakan bila ingin relay ditutup secara default, artinya arus mengalir kecuali Anda mengirimkan sinyal dari Arduino ke modul relay untuk membuka rangkaian dan menghentikan arus.
- COM : pin umum
Skematik Modul Relay dihubungkan dengan Arduino
Source Code / Contoh Program Arduino Mengakses Modul Relay
// Pin relai dikontrol dengan D8. Kabel aktif terhubung ke Biasanya Tertutup dan umum
int relai = 8;
byte yang mudah menguap relayState = RENDAH;
// Sensor Gerak PIR terhubung ke D2.
int PIRInterupsi = 2;
// Variabel Pengatur Waktu
waktu Debounce terakhir yang lama = 0;
debounceDelay panjang = 10000;
membatalkan penyiapan() {
// Pin untuk modul relai disetel sebagai keluaran
pinMode(relay, OUTPUT);
digitalWrite(relai, TINGGI);
// Sensor gerak PIR disetel sebagai masukan
pinMode(PIRInterupsi, INPUT);
// Memicu fungsi deteksiMotion pada mode naik untuk menghidupkan relai, jika kondisi terpenuhi
lampirkanInterrupt(digitalPinToInterrupt(PIRInterrupt), deteksiMotion, RISING);
// Komunikasi serial untuk tujuan debugging
Serial.mulai(9600);
}
lingkaran kosong() {
// Jika 10 detik telah berlalu, relai dimatikan
if((millis() - lastDebounceTime) > debounceDelay && relayState == TINGGI){
digitalWrite(relai, TINGGI);
relayState = RENDAH;
Serial.println("MATI");
}
penundaan(50);
}
batal mendeteksiMotion() {
Serial.println("Gerakan");
if(relayState == RENDAH){
digitalWrite(relai, RENDAH);
}
relayState = TINGGI;
Serial.println("ON");
lastDebounceTime = milis();
}
Bagi teman-teman yang sedang membutuhkan Jasa Coding Arduino/Jasa Proyek Arduino silahkan bisa langsung menghubungi kontak kami ya! Terima Kasih



