
Pendahuluan Tutorial ESP8266 Mengakses Sensor DHT 11 dan DHT 22
Hallo sobat BotDuino.com kali ini admin BotDuino akan menjelaskan mengenai cara mengakses sensor DHT11 atau DHT 22 Menggunakan ESP8266. ESP8266 adalah salah satu mikrokontroler WiFi yang populer di kalangan pengembang dan hobiis elektronik. Mikrokontroler ini sangat serbaguna dan terjangkau, sehingga banyak digunakan dalam berbagai proyek Internet of Things (IoT). Dalam potingan ini, kita akan membahas cara mengakses sensor DHT11 menggunakan ESP8266. Sensor DHT11 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban lingkungan, dan menggabungkannya dengan ESP8266 data output sensor bisa di tampilkan ke LCD atau Dashboard Platform Internet Of Things Gratisan lainnya.
Alat dan Bahan yang diperlukan Dalam Tutorial DHT 11
Sebelum kita memulai proyek ini, pastikan Anda telah menyiapkan semua bahan yang diperlukan:
- ESP8266 (contoh: NodeMCU, Wemos D1 Mini, ESP-01).
- Sensor DHT11.
- Kabel jumper.
- Breadboard atau PCB (opsional).
Langkah-langkah Mengakses DHT 11 Menggunakan ESP8266
Untuk mempermudah dalam pengaplikasian, maka baiknya mengikuti langkah setiap langkah yang kami tulis untuk menghindari adanya kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan penggunaan.
Langkah 1: Persiapan Perangkat Keras
- Sambungkan sensor DHT11 ke ESP8266. Hubungkan pin data (biasanya berwarna kuning) dari DHT11 ke salah satu pin GPIO pada ESP8266, seperti D4.
- Hubungkan pin VCC DHT11 ke pin 3.3V pada ESP8266 dan hubungkan pin GND DHT11 ke pin GND pada ESP8266.
- Pastikan ESP8266 Anda terhubung ke komputer melalui kabel USB atau sumber daya eksternal yang sesuai.
Langkah 2: Instalasi Perangkat Lunak
Sekarang, mari kita instal perangkat lunak yang diperlukan untuk memprogram ESP8266.
- Unduh dan instal Arduino IDE jika Anda belum melakukannya. Anda dapat mengunduhnya dari situs web resmi Arduino.
- Buka Arduino IDE dan pergi ke “File” > “Preferences”. Di dalam kotak “Additional Boards Manager URLs”, tambahkan URL berikut:
bash
http://arduino.esp8266.com/stable/package_esp8266com_index.json
- Sekarang, pergi ke “Tools” > “Board” > “Boards Manager”. Cari “esp8266” dan instal paket “esp8266” yang dikembangkan oleh ESP8266 Community.
- Install library DHT Unified Library
Langkah 3: Program ESP8266
Sekarang kita akan menulis program ESP8266 untuk membaca data dari sensor DHT11 dan mengirimkannya ke server.
Gantilah "NamaSSID" dan "KataSandi" dengan informasi WiFi Anda. Program ini akan membaca data suhu dan kelembaban dari sensor DHT11 setiap 2 detik dan menampilkannya di Serial Monitor Arduino IDE.
// Example testing sketch for various DHT humidity/temperature sensors
// Written by ladyada, public domain
// REQUIRES the following Arduino libraries:
// – DHT Sensor Library: https://github.com/adafruit/DHT-sensor-library
// – Adafruit Unified Sensor Lib: https://github.com/adafruit/Adafruit_Sensor
#include “DHT.h”
#define DHTPIN 2 // Digital pin connected to the DHT sensor
// Feather HUZZAH ESP8266 note: use pins 3, 4, 5, 12, 13 or 14 —
// Pin 15 can work but DHT must be disconnected during program upload.
// Uncomment whatever type you’re using!
//#define DHTTYPE DHT11 // DHT 11
#define DHTTYPE DHT22 // DHT 22 (AM2302), AM2321
//#define DHTTYPE DHT21 // DHT 21 (AM2301)
// Connect pin 1 (on the left) of the sensor to +5V
// NOTE: If using a board with 3.3V logic like an Arduino Due connect pin 1
// to 3.3V instead of 5V!
// Connect pin 2 of the sensor to whatever your DHTPIN is
// Connect pin 3 (on the right) of the sensor to GROUND (if your sensor has 3 pins)
// Connect pin 4 (on the right) of the sensor to GROUND and leave the pin 3 EMPTY (if your sensor has 4 pins)
// Connect a 10K resistor from pin 2 (data) to pin 1 (power) of the sensor
// Initialize DHT sensor.
// Note that older versions of this library took an optional third parameter to
// tweak the timings for faster processors. This parameter is no longer needed
// as the current DHT reading algorithm adjusts itself to work on faster procs.
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);
void setup() {
Serial.begin(9600);
Serial.println(F(“DHTxx test!”));
dht.begin();
}
void loop() {
// Wait a few seconds between measurements.
delay(2000);
// Reading temperature or humidity takes about 250 milliseconds!
// Sensor readings may also be up to 2 seconds ‘old’ (its a very slow sensor)
float h = dht.readHumidity();
// Read temperature as Celsius (the default)
float t = dht.readTemperature();
// Read temperature as Fahrenheit (isFahrenheit = true)
float f = dht.readTemperature(true);
// Check if any reads failed and exit early (to try again).
if (isnan(h) || isnan(t) || isnan(f)) {
Serial.println(F(“Failed to read from DHT sensor!”));
return;
}
// Compute heat index in Fahrenheit (the default)
float hif = dht.computeHeatIndex(f, h);
// Compute heat index in Celsius (isFahreheit = false)
float hic = dht.computeHeatIndex(t, h, false);
Serial.print(F(“Humidity: “));
Serial.print(h);
Serial.print(F(“% Temperature: “));
Serial.print(t);
Serial.print(F(“°C “));
Serial.print(f);
Serial.print(F(“°F Heat index: “));
Serial.print(hic);
Serial.print(F(“°C “));
Serial.print(hif);
Serial.println(F(“°F”));
}






